SOSIAL MEDIA
SEBAGAI MEDIA DAKWAH
MAKALAH
Tugas Mandiri Mata Kuliah Dasar-dasar
Ilmu Dakwah (DDID)
Hida Tazkiatul Muktafa
1144030034
Jurusan Manajemen
Dakwah
Fakultas Dakwah
dan Komunikasi
Universitas Islam
Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
2014
M / 1437 H
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ
أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang beruntung.” (QS. 3:104)
Sosial Media adalah hal yang tak dapat kita pungkiri
keberadaannya saat ini. Agar dakwah kita dapat berkembang jangkauannya,
tentunya harus mengikuti jaman, bukan? Facebook, Twitter, Pinterest, dan
Instagram adalah beberapa contoh sosial media yang banyak digunakan oleh para
pengguna internet dewasa ini. Awalnya, sosial media
hanya digunakan untuk para penyuka Internet saja dan tak digunakan untuk urusan
dakwah. Namun sekarang, para pelaku dakwah, tidak hanya yang bergelar ustadz
atau da’I juga sudah mulai mempertimbangkan sosial media.
Sosial media juga dapat mempertemukan kita dengan
orang-orang yang di kehidupan nyata sulit ditemui, misalnya seorang dari
perusahaan besar, atau orang-orang ternama. Mulailah dengan follow atau
menambahkan mereka sebagai teman. Retweet atau berbagi di wall mereka.
Sampaikan dakwah kita ke mereka. Lewat sosial media, kita juga dapat melakukan
sebuah perhelatan baik secara online maupun offline. Contoh perhelatan online
misalnya dengan ‘Chatting Bareng’, tanya jawab via twitter, atau dauroh kajian
online. Atau kita dapat membuat acara kajian di suatu tempat dan kita dapat
mempromosikan acara tersebut lewat sosial media.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian
strategi dakwah ?
2. Mengapa social media ?
3. Bagaimanakah keadaan social media di
kalangan masyarakat ?
C. Tujuan Pembuatan Makalah
1.
Memahami
pengertian strategi dakwah
2. Memahami alasan memilih media social sebagai media dakwah
3.
Mengerti keadaan salah
satu social media di kalangan masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Strategi Dakwah
Strategi dapat berarti Ilmu siasat perang, muslihat untuk
mencapai sesuatu,[1][1] atau management untuk mencapai suatu
tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi
sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah, melainkan harus menunjukkan
bagaimana teknik (cara) operasionalnya agar Tujuan dari strategi tersebut dapat
tercapai.
Dakwah secara etimologi berasal
dari bahasa arab yang berarti panggilan, ajakan atau seruan. Sedangkan menurut
istilah adalah mengajak umat manusia ke jalan Allah dengan cara yang bijaksana,
nasehat yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan strategi dakwah adalah Suatu upaya untuk
mengajak umat manusia ke jalan Allah Swt.Untuk mantapnya strategi dakwah, maka
segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan
jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell, yaitu:
* Who? (Siapa da'i atau penyampai
pesan dakwahnya?)
* Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
* In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
* To Whom? (Siapa Mad'unya atau pendengarnya?)
* With what Effect? (Efek apa yang diharapkan?)
* Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
* In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
* To Whom? (Siapa Mad'unya atau pendengarnya?)
* With what Effect? (Efek apa yang diharapkan?)
Pertanyaan "efek apa yang
diharapkan" secara emplisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab
dengan seksama. Pertanyaan tersebut, yakni:
* When (Kapan dilaksanakannya?)
* How (Bagaimana melaksanakannya?)
* Why (Mengapa dilaksanakan demikian?)
* When (Kapan dilaksanakannya?)
* How (Bagaimana melaksanakannya?)
* Why (Mengapa dilaksanakan demikian?)
B. Alasan Memilih Sosial
Media
Ada beberapa alasan mengapa memilih media social
sebagai media dakwah, diantaranya :
ü Mampu
menembus batas ruang dan waktu dalam
sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau,
ü Pengguna
jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula
pada jumlah penyerap misi dakwah.
ü Bisa
diakses di mana saja dan kapan saja.
ü Para
pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet bisa lebih
konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status
hukum syar’i,
ü Dakwah
melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs
mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian
pemaksaaan kehendak bisa dihindari,
ü Cara
penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa
menjangkau segmen yang luas.
C.
Facebook Dikalangan
Masyarakat
Facebook merupakan yang sangat tepat untuk dipakai
sebagai strategi dakwah, kita bisa mengirim berbagai pesan dakwah melalui
layanan tersebut. Dengan chatting melakukan strategi dakwah fardhiyah, sehingga
pendekatan kita lebih inten dan ikatan persaudaraan kita akan semakin
kuat. Yahoo messenger merupakan salah
satu messenger yang dapat dipakai untuk
berkomunikasi via media teks (chat) secara online.
Yang memiliki banyak kegunaan
diantaranya : chatting, telfon, webcam, mengirim file,mengirim gambar, dll Chatting : kita bisa menggunakan fasilitas
chatting untuk dakwah terutama dakwah fardiyah yaitu dakwah secara personal dgn
seseorang dengan dakwah ini diharapkan sesorang mengetahui karakter sesorang
serta mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya
Conference: pada fasilitas conference Ym ini kita bisa membuat sebuah pengajian
online, pesertannya diundang dari teman yang ada di computer kita.
Kita bisa memberikan tausiyah
secara lisan dan peserta mendengarkan ceramah yang kita berikan melalui
earphone/headphone. miRc Room: kita bisa
membuat sebuah room/ruangan yang temanya tentang kajian keislaman didalmnya adakan
diskusi keislaman serta tasuiyah dengan bahasa yang menarik sehingga peserta
tidak bosan
Facebook merupakan satu dari
beberapa media networking yang ada di Internet. Jutaan pengguna dengan latar
belakang pendidikan, profesi, pekerjaan, kasta dan banyak lagi yang lain akan
bisa ditemukan difacebook. Dari orang ’kebanyakan’, pengusaha papan bawah dan
atas, birokrat sampai kalangan-kalangan paling elitpun bisa ditemukan disini.
Banyaknya fitur-fitur didalam
facebook menjadikan kita tidak akan merasa bosan. kita bisa mengirim berbagai
pesan dakwah melalui layanan tersebut. Selain itu, kita juga bisa
menggunakannya sebagai media pendidikan, media politik, dll. Facebook menjadi
media untuk menemukan dan menjadikan komunitas yang memiliki kepekaan juga kepedulian.
Banyak juga yang menjadikan facebook sebagai alat untuk mencari teman-teman
sepermaianan dulu, teman sekolah yang sudah berpisah lama, atau bahkan mencari
saudara yang sudah lama menghilang. Selain itu, Facebook juga mampu mengeratkan
tali persahabatan antara manusia yang satu dengan yang lain walaupun sebelumnya
tidak pernah bertatap muka.
Kelebihan-Kelebihan inilah yang
menjadian facebook dengan sangat mudah diterima dalam lapisan Masyarakat.
Mengangkat facebook sebagai Top Social Media Sites peringkat ke-2
dibawah Blogger.[2][3]
D. Strategi dakwah Melalui Media Facebook
Dalam teori gerakan sosial, dibutuhkan
perangkat yang memadai untuk bisa mencakup dan menggerakkan seluruh elemen
masyarakat. Dan kini internet menjadi peranti penting dalam menggalang dukungan
sekaligus memobilisasinya. Setidaknya dalam dua tahun terakhir ini situs-situs
jejaring sosial semakin mewabah di Tanah Air, menjadi epidemi yang menjangkiti
kaum netters. Tak pandang
usia, tidak pula status sosial. Ada yang muda, banyak juga yang sudah berumur.
Ibu rumah tangga hingga politisi kakap memanfaatkan website jejaring sosial
facebook.
Apalagi dimasa sekarang ini,
kemajuan teknologi, khasnya dalam bidang informasi, komunikasi, dan
transportasi begitu cepat. Arus orang, jasa, dan informasi bergerak dengan jauh
lebih cepat, dalam jumlah yang makin besar, dengan kualitas yang makin baik,
dan dengan biaya yang makin murah. Maka yang akan keluar sebagai pemenang dan
memperolehi manfaat dari globalisasi adalah yang telah secara mantap
mempersiapkan diri. Pengaruh atau kesan yang ditimbulkan oleh globalisasi ini
begitu besar dan luas, ia telah menyentuh seluruh aspek sendi-sendi kehidupan
manusia. Mulai politik, sosial, budaya bahkan agama terkena pengaruh daripada
globalisasi.
Islam menghadapi serangan
peradaban dan pandangan dunia asing yang mengancam, serangan itu banyak
merusakkan peradaban yang dibangun Islam berabad-abad lamanya. Walaupun
beberapa dekade terakhir dunia Islam telah meraih kemerdekaan politiknya, namun
pengaruh dominasi Barat moden terhadap filsafat, budaya, seni, politik, ekonomi
dan sosial tetap berlangsung dengan berbagai cara menembus keluasan dan
kedalaman Dar al-Islam. Sejak daripada keluarga hingga negara, daripada ekonomi
hingga arsitektur masjid, daripada puisi hingga obat-obatan, semuanya
dipengaruhi oleh pandangan dunia asing yakni dunia moden. Barat telah banyak
melahirkan orientalis yang mempelajari Islam menurut sudut pandang mereka,
tetapi dunia Islam melahirkan sedikit oksidentalis yang dapat mempelajari
berbagai aspek peradaban Barat dari sainsnya hingga seni, dari agama hingga
perilaku sosial, menurut sudut pandang Islam.
Strategi yang dilakukan dalam
kegiatan membangun jaringan dakwah adalah dengan memanfaatkan perkembangan
global connection. Sistem ini merupakan salah satu alternative untuk dijadikan
sebagai media untuk berdakwah. Aspek keuntungan yang diperoleh dengan
pemanfaatan jaringan internet (dalam hal ini adalah Facebook) ini antara lain
dapat mempererat jalinan persaudaraan antara satu dengan lainnya juga dapat
memberikan informasi dalam waktu yang singkat (aspek sosial), dapat berdiskusi
mengenai perkembangan islam (aspek agama) serta pengembangan Ilmu Pengetahuan
Teknologi (aspek ilmu pengetahuan).
Facebook mempunyai beberapa
kelebihan diantaranya, bisa digunakan sebagai chatting, mengirim pesan ke semua
teman, update info, update kegiatan, mengirim artikel, mencari teman untuk
dijadikan anggota group. Dengan chatting kita bisa melakukan strategi dakwah
fardhiyah, sehingga pendekatan kita lebih inten dan ikatan persaudaraan akan
semakin kuat.
Dakwah melalui facebook dinilai sangat efektif dan potensial dengan
berbagai alasan, di antaranya:
1.
Mampu menembus batas ruang dan waktu
dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau;
2.
Pengguna jasa internet setiap tahunnya
meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi
dakwah;
3.
Dakwah melalui internet telah menjadi
salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi
dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari
Alasan-alasan tersebut sudah cukup menjadi bukti, bahwa facebook sangat
urgen dalam proses penyampaian dakwah. Terutama dizaman berteknologi canggih
seperti ini.
Menyampaikan kebenaran ajaran-ajaran Islam Kepada umat
manusia merupakan tanggung jawab kita yang telah menerima dan memeluk ajaran
Islam, umat Islam mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran Islam dengan
wajah yang menarik lagi mempesona, sesuai dengan misinya Rahmatan Lil
‘Alamin.[3][5]
Oleh karena itu, Strategi yang tepat dan sesuai dengan
keadaan objek dakwah akan sangat berpengaruh penting pada kelancaran dalam
berdakwah.
E. Pahala Berdakwah
Melalui Sosial Media
Hal itu termasuk dakwah kepada agama Allah yg akan mengalirkan pahala
kepada pelakunya,إِنْ شَاءَ اللّهُ apalagi
jika materi kajian yg dishare di berbagai media seperti Facebook, twitter,
website/blog, majalah, bulletin, bbm, sms, dan selainnya menjadi sebab
datangnya hidayah bagi setiap orang yang membacanya, maka semakin banyak pahala
yg mengalir kepadanya sebanyak orang yg mengikuti dan mengamalkan ilmu yg
disebarkannya sampai hari kiamat.
Di
dalam hadits yang shohih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(Ad-Daallu 'alal Khoiri ka Faa'ilihi) Artinya: "Orang yg menunjukki orang
lain kepada kebaikan (pahalanya) seperti orang yg mengamalkannya." Dan
beliau juga bersabda: (La-an Yahdiyallahu bika Rojulan waahidan khoirun laka
min Humurin-Na'am) Artinya: "Sungguh Allah memberikan hidayah kepada
seseorang melalui tanganmu (yakni dakwahmu) itu lebih baik daripada onta merah
(yakni kendaraan yg paling mewah n mahal di zaman itu, pent). Oleh karenanya, hendaknya kita
bersemangat dalam menuntut ilmu syar'I yang bersumber dari Al-Quran Al-Karim n
Al-Hadits yang Shohih dengan metode dan pemahaman yang benar. Lalu kita
mengamalkannya n mengajarkannya kepada keluarga, kerabat, teman-teman,dan
masyarakat secara umum.
Dan
hendaknya kita tidak menshare ilmu kepada orang lain kecuali apa yang sudah kita
yakini akan kebenarannya. Dengan demikian kita telah menjalankan amanah
ilmiyah dan bersikap tawadhu'.
menisbatkan artikel atau nasehat ilmiyah kepada orang yang menulis dan
mengatakannya, minimal dengan mencantumkan namanya atau sumbernya. Dengan demikian
kita telah menjalankan amanah ilmiyah dan bersikap tawadhu'.
BAB
III
KESIMPULAN
Hal
itu termasuk dakwah kepada agama Allah
yg akan mengalirkan pahala kepada pelakunya,إِنْ شَاءَ
اللّهُ apalagi jika materi kajian yg dishare di berbagai
media seperti Facebook, twitter, website/blog, majalah, bulletin, bbm, sms, dan
selainnya menjadi sebab datangnya hidayah bagi setiap orang yang membacanya,
maka semakin banyak pahala yg mengalir kepadanya sebanyak orang yg mengikuti dan
mengamalkan ilmu yg disebarkannya sampai hari kiamat.
Di
dalam hadits yang shohih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(Ad-Daallu 'alal Khoiri ka Faa'ilihi) Artinya: "Orang yg menunjukki orang
lain kepada kebaikan (pahalanya) seperti orang yg mengamalkannya." Dan
beliau juga bersabda: (La-an Yahdiyallahu bika Rojulan waahidan khoirun laka
min Humurin-Na'am) Artinya: "Sungguh Allah memberikan hidayah kepada
seseorang melalui tanganmu (yakni dakwahmu) itu lebih baik daripada onta merah
(yakni kendaraan yg paling mewah n mahal di zaman itu, pent). Oleh karenanya, hendaknya kita
bersemangat dalam menuntut ilmu syar'I yang bersumber dari Al-Quran Al-Karim n
Al-Hadits yang Shohih dengan metode dan pemahaman yang benar. Lalu kita
mengamalkannya n mengajarkannya kepada keluarga, kerabat, teman-teman,dan
masyarakat secara umum.
Dan hendaknya kita tidak menshare ilmu kepada
orang lain kecuali apa yang sudah kita yakini akan kebenarannya. Dengan
demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah
dan bersikap tawadhu'. menisbatkan artikel atau nasehat ilmiyah kepada
orang yang menulis dan mengatakannya, minimal dengan mencantumkan namanya atau
sumbernya. Dengan demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah dan bersikap
tawadhu'.
DAFTAR PUSTAKA
thank you
BalasHapusSangat bermanfaat😊😊
BalasHapusSyukron
BalasHapusJazakallah Khoir
BalasHapus