Sabtu, 17 Desember 2016

SOSIAL MEDIA SEBAGAI MEDIA DAKWAH



SOSIAL MEDIA SEBAGAI MEDIA DAKWAH

MAKALAH
Tugas Mandiri Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Dakwah (DDID)


Hida Tazkiatul Muktafa        
1144030034




 

















Jurusan Manajemen Dakwah
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
2014 M / 1437 H
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. 3:104)
Sosial Media adalah hal yang tak dapat kita pungkiri keberadaannya saat ini. Agar dakwah kita dapat berkembang jangkauannya, tentunya harus mengikuti jaman, bukan? Facebook, Twitter, Pinterest, dan Instagram adalah beberapa contoh sosial media yang banyak digunakan oleh para pengguna internet dewasa ini. Awalnya, sosial media hanya digunakan untuk para penyuka Internet saja dan tak digunakan untuk urusan dakwah. Namun sekarang, para pelaku dakwah, tidak hanya yang bergelar ustadz atau da’I juga sudah mulai mempertimbangkan sosial media.
Sosial media juga dapat mempertemukan kita dengan orang-orang yang di kehidupan nyata sulit ditemui, misalnya seorang dari perusahaan besar, atau orang-orang ternama. Mulailah dengan follow atau menambahkan mereka sebagai teman. Retweet atau berbagi di wall mereka. Sampaikan dakwah kita ke mereka. Lewat sosial media, kita juga dapat melakukan sebuah perhelatan baik secara online maupun offline. Contoh perhelatan online misalnya dengan ‘Chatting Bareng’, tanya jawab via twitter, atau dauroh kajian online. Atau kita dapat membuat acara kajian di suatu tempat dan kita dapat mempromosikan acara tersebut lewat sosial media.



B.  Rumusan Masalah

1.    Bagaimana pengertian strategi dakwah ?
2.     Mengapa social media ?
3.    Bagaimanakah keadaan social media di kalangan masyarakat ?

C.  Tujuan Pembuatan Makalah
1.      Memahami pengertian strategi dakwah
2.      Memahami alasan memilih media social sebagai media dakwah
3.      Mengerti keadaan salah satu social media di kalangan masyarakat


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Strategi Dakwah
Strategi dapat berarti Ilmu siasat perang, muslihat untuk mencapai sesuatu,[1][1] atau management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah, melainkan harus menunjukkan bagaimana teknik (cara) operasionalnya agar Tujuan dari strategi tersebut dapat tercapai.
Dakwah secara etimologi berasal dari bahasa arab yang berarti panggilan, ajakan atau seruan. Sedangkan menurut istilah adalah mengajak umat manusia ke jalan  Allah dengan cara yang bijaksana, nasehat yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan strategi dakwah adalah Suatu upaya untuk mengajak umat manusia ke jalan Allah Swt.Untuk mantapnya strategi dakwah, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell, yaitu:

* Who? (Siapa da'i atau penyampai pesan dakwahnya?)
* Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
* In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
* To Whom? (Siapa Mad'unya atau pendengarnya?)
* With what Effect? (Efek apa yang diharapkan?)

Pertanyaan "efek apa yang diharapkan" secara emplisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama. Pertanyaan  tersebut, yakni:
* When (Kapan dilaksanakannya?)
* How (Bagaimana melaksanakannya?)
* Why (Mengapa dilaksanakan demikian?)

B.  Alasan Memilih Sosial Media
Ada beberapa alasan mengapa memilih media social sebagai media dakwah, diantaranya :
ü  Mampu  menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau,
ü  Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
ü  Bisa diakses di mana saja dan kapan saja.
ü  Para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hukum syar’i,
ü  Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari,
ü  Cara penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa menjangkau segmen yang luas.



C. Facebook Dikalangan Masyarakat
 Facebook  merupakan yang sangat tepat untuk dipakai sebagai strategi dakwah, kita bisa mengirim berbagai pesan dakwah melalui layanan tersebut. Dengan chatting melakukan strategi dakwah fardhiyah, sehingga pendekatan kita lebih inten dan ikatan persaudaraan kita akan semakin kuat.  Yahoo messenger merupakan salah satu messenger  yang dapat dipakai untuk berkomunikasi via media teks (chat) secara online.
Yang memiliki banyak kegunaan diantaranya : chatting, telfon, webcam, mengirim file,mengirim gambar, dll  Chatting : kita bisa menggunakan fasilitas chatting untuk dakwah terutama dakwah fardiyah yaitu dakwah secara personal dgn seseorang dengan dakwah ini diharapkan sesorang mengetahui karakter sesorang serta mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya Conference: pada fasilitas conference Ym ini kita bisa membuat sebuah pengajian online, pesertannya diundang dari teman yang ada di computer kita.
Kita bisa memberikan tausiyah secara lisan dan peserta mendengarkan ceramah yang kita berikan melalui earphone/headphone.  miRc Room: kita bisa membuat sebuah room/ruangan yang temanya tentang kajian keislaman didalmnya adakan diskusi keislaman serta tasuiyah dengan bahasa yang menarik sehingga peserta tidak bosan
Facebook merupakan satu dari beberapa media networking yang ada di Internet. Jutaan pengguna dengan latar belakang pendidikan, profesi, pekerjaan, kasta dan banyak lagi yang lain akan bisa ditemukan difacebook. Dari orang ’kebanyakan’, pengusaha papan bawah dan atas, birokrat sampai kalangan-kalangan paling elitpun bisa ditemukan disini.
Banyaknya fitur-fitur didalam facebook menjadikan kita tidak akan merasa bosan. kita bisa mengirim berbagai pesan dakwah melalui layanan tersebut. Selain itu, kita juga bisa menggunakannya sebagai media pendidikan, media politik, dll. Facebook menjadi media untuk menemukan dan menjadikan komunitas yang memiliki kepekaan juga kepedulian. Banyak juga yang menjadikan facebook sebagai alat untuk mencari teman-teman sepermaianan dulu, teman sekolah yang sudah berpisah lama, atau bahkan mencari saudara yang sudah lama menghilang. Selain itu, Facebook juga mampu mengeratkan tali persahabatan antara manusia yang satu dengan yang lain walaupun sebelumnya tidak pernah bertatap muka.
Kelebihan-Kelebihan inilah yang menjadian facebook dengan sangat mudah diterima dalam lapisan Masyarakat. Mengangkat facebook sebagai Top Social Media Sites peringkat ke-2 dibawah Blogger.[2][3]
D.  Strategi dakwah Melalui Media Facebook
Dalam teori gerakan sosial, dibutuhkan perangkat yang memadai untuk bisa mencakup dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat. Dan kini internet menjadi peranti penting dalam menggalang dukungan sekaligus memobilisasinya. Setidaknya dalam dua tahun terakhir ini situs-situs jejaring sosial semakin mewabah di Tanah Air, menjadi epidemi yang menjangkiti kaum netters. Tak pandang usia, tidak pula status sosial. Ada yang muda, banyak juga yang sudah berumur. Ibu rumah tangga hingga politisi kakap memanfaatkan website jejaring sosial facebook.
Apalagi dimasa sekarang ini, kemajuan teknologi, khasnya dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi begitu cepat. Arus orang, jasa, dan informasi bergerak dengan jauh lebih cepat, dalam jumlah yang makin besar, dengan kualitas yang makin baik, dan dengan biaya yang makin murah. Maka yang akan keluar sebagai pemenang dan memperolehi manfaat dari globalisasi adalah yang telah secara mantap mempersiapkan diri. Pengaruh atau kesan yang ditimbulkan oleh globalisasi ini begitu besar dan luas, ia telah menyentuh seluruh aspek sendi-sendi kehidupan manusia. Mulai politik, sosial, budaya bahkan agama terkena pengaruh daripada globalisasi.
Islam menghadapi serangan peradaban dan pandangan dunia asing yang mengancam, serangan itu banyak merusakkan peradaban yang dibangun Islam berabad-abad lamanya. Walaupun beberapa dekade terakhir dunia Islam telah meraih kemerdekaan politiknya, namun pengaruh dominasi Barat moden terhadap filsafat, budaya, seni, politik, ekonomi dan sosial tetap berlangsung dengan berbagai cara menembus keluasan dan kedalaman Dar al-Islam. Sejak daripada keluarga hingga negara, daripada ekonomi hingga arsitektur masjid, daripada puisi hingga obat-obatan, semuanya dipengaruhi oleh pandangan dunia asing yakni dunia moden. Barat telah banyak melahirkan orientalis yang mempelajari Islam menurut sudut pandang mereka, tetapi dunia Islam melahirkan sedikit oksidentalis yang dapat mempelajari berbagai aspek peradaban Barat dari sainsnya hingga seni, dari agama hingga perilaku sosial, menurut sudut pandang Islam.
Strategi yang dilakukan dalam kegiatan membangun jaringan dakwah adalah dengan memanfaatkan perkembangan global connection. Sistem ini merupakan salah satu alternative untuk dijadikan sebagai media untuk berdakwah. Aspek keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan jaringan internet (dalam hal ini adalah Facebook) ini antara lain dapat mempererat jalinan persaudaraan antara satu dengan lainnya juga dapat memberikan informasi dalam waktu yang singkat (aspek sosial), dapat berdiskusi mengenai perkembangan islam (aspek agama) serta pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi (aspek ilmu pengetahuan).
Facebook mempunyai beberapa kelebihan diantaranya, bisa digunakan sebagai chatting, mengirim pesan ke semua teman, update info, update kegiatan, mengirim artikel, mencari teman untuk dijadikan anggota group. Dengan chatting kita bisa melakukan strategi dakwah fardhiyah, sehingga pendekatan kita lebih inten dan ikatan persaudaraan akan semakin kuat.
Dakwah melalui facebook dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, di antaranya:
1.        Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau;
2.        Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah;
3.        Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari
Alasan-alasan tersebut sudah cukup menjadi bukti, bahwa facebook sangat urgen dalam proses penyampaian dakwah. Terutama dizaman berteknologi canggih seperti ini.
Menyampaikan kebenaran ajaran-ajaran Islam Kepada umat manusia merupakan tanggung jawab kita yang telah menerima dan memeluk ajaran Islam, umat Islam mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran Islam dengan wajah yang menarik lagi mempesona, sesuai dengan misinya Rahmatan Lil ‘Alamin.[3][5]
Oleh karena itu, Strategi yang tepat dan sesuai dengan keadaan objek dakwah akan sangat berpengaruh penting pada kelancaran dalam berdakwah.
E.  Pahala Berdakwah Melalui Sosial Media
 Hal itu termasuk dakwah  kepada agama Allah yg akan mengalirkan pahala kepada pelakunya,إِنْ شَاءَ اللّهُ   apalagi jika materi kajian yg dishare di berbagai media seperti Facebook, twitter, website/blog, majalah, bulletin, bbm, sms, dan selainnya menjadi sebab datangnya hidayah bagi setiap orang yang membacanya, maka semakin banyak pahala yg mengalir kepadanya sebanyak orang yg mengikuti dan mengamalkan ilmu yg disebarkannya sampai hari kiamat.
Di dalam hadits yang shohih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: (Ad-Daallu 'alal Khoiri ka Faa'ilihi) Artinya: "Orang yg menunjukki orang lain kepada kebaikan (pahalanya) seperti orang yg mengamalkannya." Dan beliau juga bersabda: (La-an Yahdiyallahu bika Rojulan waahidan khoirun laka min Humurin-Na'am) Artinya: "Sungguh Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui tanganmu (yakni dakwahmu) itu lebih baik daripada onta merah (yakni kendaraan yg paling mewah n mahal di zaman itu, pent).            Oleh karenanya, hendaknya kita bersemangat dalam menuntut ilmu syar'I yang bersumber dari Al-Quran Al-Karim n Al-Hadits yang Shohih dengan metode dan pemahaman yang benar. Lalu kita mengamalkannya n mengajarkannya kepada keluarga, kerabat, teman-teman,dan masyarakat secara umum.
Dan hendaknya kita tidak menshare ilmu kepada orang lain kecuali apa yang sudah kita yakini akan kebenarannya. Dengan demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah  dan bersikap tawadhu'. menisbatkan artikel atau nasehat ilmiyah kepada orang yang menulis dan mengatakannya, minimal dengan mencantumkan namanya atau sumbernya. Dengan demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah dan bersikap tawadhu'.

BAB III
KESIMPULAN
Hal itu termasuk dakwah  kepada agama Allah yg akan mengalirkan pahala kepada pelakunya,إِنْ شَاءَ اللّهُ   apalagi jika materi kajian yg dishare di berbagai media seperti Facebook, twitter, website/blog, majalah, bulletin, bbm, sms, dan selainnya menjadi sebab datangnya hidayah bagi setiap orang yang membacanya, maka semakin banyak pahala yg mengalir kepadanya sebanyak orang yg mengikuti dan mengamalkan ilmu yg disebarkannya sampai hari kiamat.
Di dalam hadits yang shohih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: (Ad-Daallu 'alal Khoiri ka Faa'ilihi) Artinya: "Orang yg menunjukki orang lain kepada kebaikan (pahalanya) seperti orang yg mengamalkannya." Dan beliau juga bersabda: (La-an Yahdiyallahu bika Rojulan waahidan khoirun laka min Humurin-Na'am) Artinya: "Sungguh Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui tanganmu (yakni dakwahmu) itu lebih baik daripada onta merah (yakni kendaraan yg paling mewah n mahal di zaman itu, pent).            Oleh karenanya, hendaknya kita bersemangat dalam menuntut ilmu syar'I yang bersumber dari Al-Quran Al-Karim n Al-Hadits yang Shohih dengan metode dan pemahaman yang benar. Lalu kita mengamalkannya n mengajarkannya kepada keluarga, kerabat, teman-teman,dan masyarakat secara umum.
 Dan hendaknya kita tidak menshare ilmu kepada orang lain kecuali apa yang sudah kita yakini akan kebenarannya. Dengan demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah  dan bersikap tawadhu'. menisbatkan artikel atau nasehat ilmiyah kepada orang yang menulis dan mengatakannya, minimal dengan mencantumkan namanya atau sumbernya. Dengan demikian kita telah menjalankan amanah ilmiyah dan bersikap tawadhu'.
DAFTAR PUSTAKA








4 komentar: